Senin, 28 September 2009


Baca Ikrar...



1)Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata.
2)Mengabdi kepada Allah, bangsa dan negara serta membela keadilan dan kebenaran.
3)Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
4)Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihan dan permusuhan.
5)Patuh dan taat pada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan.
6)Dengan iman dan akhlaq saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlaq saya menjadi lemah.

(By: PuaN)

Baca Selengkapnya......

MaKNa LaMBanG TaPaK SuCi

Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga ( ART ) TAPAK SUCI BAB IX Pasal 30, telah resmi ditetapkan bahwa Lambang TAPAK SUCI mempunyai arti sebagai berikut :


Bentuk Bulat : Bertekad bulat
Berdasar Biru : Keagungan
Bertepi Hitam : Kekal dan Abadi melambangkan sifat ALLAH SWT
Bunga Mawar : Keharuman
Warna Merah : Keberanian
Daun Kelopak Hijau : Kesempurnaan
Bunga Melati Putih : Kesucian
Jumlah Sebelas : Rukun Islam dan Rukun Iman
Tangan Kanan Putih : Keutamaan
Terbuka : Kejujuran
Berjari Rapat : Keeratan
Ibu Jari Tertekuk : Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah

Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama TAPAK SUCI yang mengandung arti bahwa : TAPAK SUCI bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala yang bersifat kekal dan abadi. TAPAK SUCI dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan kesempurnaan, dan TAPAK SUCI dengan kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman, serta mengutamakan keeratan persaudaraan, kejujuran dan kerendahan hati.

Dan (tambahan) lambang itu berada dalam pancaran sinar matahari, bermakna TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH ( TAPAK SUCI adalah Organisasi Otonom Persyarikatan Muhammadiyah ).
(by Puan)

Baca Selengkapnya......

10 KomPonEn WajiB BaGi PeSiLaT TaPaK SuCi

1.Kekuatan (strength),
2.Daya tahan (endurance),
3.Daya ledak (muscular power),
4.Kecepatan (speed),
5.Daya Lentur (flexibility),
6.Kelincahan (agility),
7.Koordinasi (coordination),
8.Keseimbangan (balance),
9.Ketepatan (accuracy), dan
10.Reaksi (reaction).


Komponen-komponen kondisi fisik sebagimana yang disebutkan diatas memiliki arti sebagai berikut :
1.Kekuatan (strength), adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Pembinaan untuk mendapatkan kekuatan ini misalnya dengan cara dorong-mendorong atau tarik-menarik berpasangan. Push up, sit up, mengangkat beban yang tidak terlalu berat dan lain sebagainya.
2.Daya tahan (endurance), dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan, yaitu :
a.Daya tahan umum (general endurance) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan sistem jantung, paru-paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus-menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
b.Daya tahan otot (local endurance) adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu.

Melakukan jalan cepat 2.5 km atau lari selama 12 menit, melakukan lontaran-lontaran jurus dasar dalam waktu lebih dari 4 menit terus menerus dan lain sebagainya akan mendapatkan kemampuan daya tahan (endurance) ini.

3.Daya ledak (muscular power), adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya. Dalam hal ini, dapat dinyatakan bahwa : daya ledak (power) = kekuatan (force) x kecepatan (velocity). Daya ledak dapat terjadi saat seorang pesilat melompat tinggi, menendang, serta gerak lain yang bersifat explosive. Cara pembinaannya bisa dengan melalui melompat, meloncat, menendang, memukul, mengibas, mengangkat atau dengan cara skeeping rope, squat jump, dan lain sebagainya.

4.Kecepatan (speed), adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan kesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya, seperti katak melempar tubuh atau ikan terbang kiri-kanan secara beruntun, pengkalan harimau lebih dari satu putaran dan lain-lain. Dalam hal ini, ada kecepatan gerak dan kecepatan explosive. Untuk pembinaan speed ini bisa dilakukan dengan lari cepat berjarak 30 m secara berulang dengan ditentukan garis start dan finishnya serta harus diperhatikan waktu istirahat selang diantara ulangan berlari, dan lain sebagainya.

5.Daya Lentur (flexibility), adalah efektivitas seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibilitas persendian pada seluruh tubuh. Melakukan stretching . penguluran / perenggangan adalah cara untuk mendapakan daya lentur.






- 3 -

6.Kelincahan (agility), adalah kemampuan seseorang untuk mengubah posisi di arena tertentu. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik, berarti kelincahannya cukup baik. Adapun cara untuk mendapatkan kelincahan ialah dengan melakukan Doging Run; dengan cara berlari berbelo-belok melalui rintangan, dua kali ulangan pergi – pulang dalam waktu secepat-cepatnya, atau berlari pulang – pergi pada batas yang ditentukan dengan cara membungkuk mengambil benda pada garis bartas, kemudian berbalik berlari meletakkan benda tersebut pada garis batas yang lainnya.

7.Koordinasi (coordination), adalah kemampuan seseorang mengintegrasikan bermacam-macam gerakan yang berbeda kedalam pola gerakan tunggal secara efektif. Misalnya seorang pesilat yang melakukan tangkisan dengan diikuti hindaran yang kemudian berbalik menyerang dengan menggunakan pukulan dan tendangan dalam berbagai bentuk secara benar. Dalam hal ini, pesilat telah mampu mengkoordinasikan antara tangkisan, hindaran, pukulan dan tendangan. Untuk mendapatkan kemampuan koordinasi ini bisa dengan berpasangan ganda yang sudah terencana dan dilakukan dengan cepat dan tepat.

8.Keseimbangan (balance), adalah kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ-organ syaraf otot, seperti pada ‘hand stand’ atau dalam mencapai keseimbangan sewaktu seseorang sedang berjalan kemudian tergelincir. Dengan melakukan gerak-gerak dengan bertumpu pada satu kaki atau sambil mengangkat tumit tinggi-tinggi, meniti dalam ketinggian tertentu atau berjalan diatas papan yang bergerak-gerak akan dapat menumbuhkan kemampuan mengendalikan keseimbangan.

9.Ketepatan (accuracy), adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu obyek langsung yang harus dikenai dengan salah satu bagian tubuh. Untuk itu, pesilat perlu melakukan pukulan-pululan ataupun tendangan-tendangan pada alat penyasar (bola yang digantung dengan ketinggian tertentu sebagai sasaran tendangan, atau menggunakan sansak untuk pukulan serta tendangan dan lain sebagainya).

10.Reaksi (reaction). Adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera, syaraf atau perasaan lainnya, seperti dalam mengantisipasi datangnya bola yang harus ditangkap, menghadapi serangan lawan yang ditujukan pada pesilat (sabung). Dengan melakukan gerak pasangan ganda yang cepat, bertenaga dan diulang-ulang akan menghasilkan reaksi yang baik.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 27 September 2009

SEJARAH TS SORONG

Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah merambah Kabupaten Sorong (Sekarang Kota dan Kab. Sorong) sekitar tahun 90an.


Saat itu ada beberapa "orang" yang mengaku memiliki ikatan darah dengan Tapak Suci mulai mengadakan latihan-latihan di Sorong Papua Barat (Dahulu Irian Jaya). Masa-masa ini merupakan masa yang belum jelas antara ada dan tiadanya Perguruan yang bernaung di bawah Organisasi Pembaharuan terbesar di Nusantara ini.
Tepatnya sejak tahun 1996 keberadaan Tapak Suci diakui oleh banyak pihak karena benar-benar berdiri beberapa tempat latihan mulai dari daerah SP II (Satuan Pemukiman) atau di kampung Mariai sampai di dalam kota pula tepatnya di Asrama Putra Panti Asuhan Al-Amin Muhammadiyah Sorong.
Gebrakan pendirian Tapak Suci Sorong tersebut dipelopori oleh Bpk. Drs. Suwarto Abbas, MH., P. Mdy. di mana beliau ketika itu bertugas di Pengadilan Agama Sorong. Pekerjaan mulia beliau juga ditopang dengan hadirnya salah satu atlit TS dari Kab. Ngawi Jawa Timur yaitu Bpk. Eko Wahyu Budiono, S. Pd., P. Ma.
Seiring dengan berjalannya waktu, lahir beberapa kader TS yang sampai saat ini aktif menghidupkan latihan TS di Kota serta Kabupaten Sorong, di antaranya adalah: Bpk. Mulyono, K. Mdy, M. Syukri Hidayat, K. Mdy, Sapuan, S. HI. K. Mdy (Alumni UMM), Mukhlas Triono, K. Ma, Rianto, S. Pd. K. Ma, Abd. Priyono, K. Da, Barnoto, K. Da, Setyo, K. Da.
(by : Sapuan)

Baca Selengkapnya......

SejaraH TapaK Suci PuterA MuhammadiyaH

Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada.


Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :

* Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
* M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
* Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara

Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.

Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati.

K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.
Kauman, Seranoman dan Kasegu

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.

Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.

M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman". Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.

Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"

Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.
Lahirnya Tapak Suci

Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.

Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.

Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.

Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci

Baca Selengkapnya......