Setiap orang Islam dituntut untuk selalu berusaha membangun perilaku-perilaku yang yang shaleh dalam kehidupannya sebab dengan memiliki perilaku-perilaku yang shaleh ia akan memperoleh jaminan kehidupan yang baik dunia dan di akherat. Allah berfirman yang artinya:
"Barangsiapa yang berbuat amal shaleh dari kalangan laki-laki maupun perempuan sementara ia beriman Kepada Allah, pastilah akan Kami berikan padanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri mereka balasan dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka perbuat"
Hanya saja untuk mewujudkan perilaku-perilaku yang shaleh diperlukan adanya perjuangan yang gigih dan penuh kesabaran melalui pelaksanaan ibadah secara tekun dan berkelanjutan dan dengan cara menjalankan praktek-praktek ketaatan kepada Allah Swt.. Perjalanan orang Islam menuju kebaikan dan amal shaleh selalu dihadang oleh hawa nafsu yang didukung oleh syetan dari kalangan jin dan manusia yang selalu menggoda agar orang Islam terperosok kembali dalam kesesatan dan dosa yang akan menghalanginya untuk memiliki perilaku-perilaku yang shaleh.
Ibadah : Membangun Perilaku yang shaleh
Salah satu cara untuk membangun perilaku yang shaleh adalah menjalankan ibadah secara teratur dan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan oleh Allah Swt.
Secara bahasa ibadah berarti pengambdian atau penghambaan, yakni pengabdian atau peghambaan manusia kepada Allah sebagai wujud ketaatannya kepada Nya. Sedangkan secara syar'i adalah segala aktifitas kebaikan yang dilakukan oleh manusia dalam sebagai wujud ketaatan dan ketundukannya kepada Allah guna memperoleh keridlaan Nya.
Ibadah dalam Islam meliputi seluruh aktifitas kehidupan yang bernilai baik dalam pandangan agama, hanya saja bentuknya terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Ibadah Umum (mahdlah) yakni ibadah yang tata caranya sudah ditentukan secara khusus oleh agama dan tidak ada wewenang sedikitpun bagi manusia untuk melakukan perubahan di dalamnya. Seperti: shalat, puasa, zakat, haji, wudlu, tayammum, dsb.
2. Ibadah umum (ghairu mahdlah) yakni ibadah yang tata caranya tidak ditentukan secara khusus oleh agama. Ibadah jenis ini meliputi segala bentuk kebaikan yang diatur secara umum oleh agama. Seperti bersedekah, mencari ilmu, menolong orang lain, mengajar, dsb.
Dalam ajaran Islam beribadah kepada Allah merupakan satu keharusan bagi manusia sebab itulah tujuan Allah menciptakan manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam Al-Quran:
وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada Ku" (Q.S. al-Dzariyat 56).
Ini bukan berarti bahwa Allah bersikap otoriter dengan memaksa manusia untuk beribadah kepada Nya. Akan tetapi Allah sebagai Pencipta dan Pemilik alam semesta menunjukkan jalan terbaik yang harus dilakukan manusia agar mencapai kebenaran dan kebahagiaan dalam mengarungi kehidupan, sebab pada dasarnya nilai guna dan manfaat ibadah yang dilakukan oleh manusia kembali kepada dirinya sendiri.
Andaikan seluruh makhluk di bumi ini semuanya beribadah kepada Allah, maka tak sedikitpun kejayaan dan kemulyaan Allah meningkat. Demikian juga sebaliknya, andaikan seluruh makhluk di bumi ini tak ada satupun yang beribadah kepada Allah, maka tak sedikitpun kejayaan dan kemulyaan Allah menurun. Manusia sebagai pelaku ibadah adalah yang akan menerima dan merasakan manfaat ibadah yang dilakukan baik untuk kehidupan di dunia maupun kehidupan di akherat.
Oleh karena ibadah merupakan wujud pengambdian dan ketaatan kepada Allah, maka tidak boleh bagi manusia melakukan ibadah sekedar formalitas dan tidak sungguh-sungguh serta tidak memahami maksudnya. Hal ini disebabkan karena ibadah dalam Islam merupakan salah satu media untuk membangun kepribadian manusia menjadi pribadi-pribadi yang baik dan berguna. Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai manusia, sembahlah(beribadahlah kepada) Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.(Q.S. Al-Baqarah 21)
Bila kita perhatikan perintah-perintah Allah tentang ibadah baik dalam al-Quran maupun al-Hadis maka akan kita temukan bahwa semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah pada akhirnya bermuara pada pembentukan perilaku yang baik (akhlak yang mulia). Shalat misalnya yang merupakan kewajiban sehari-hari memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian manusia. Hal ini disebutkan oleh Allah dalam al-Quran:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
… dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.(Q.S. Al-Ankabut 45)
Demikian juga dengan ibadah-ibadah yang lain semua memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian manusia. Tentang zakat Allah berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Q.S. Al-Taubah 103)
Dan tentang puasa Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(Q.S. Al-Baqarah 183)
Dengan melihat contoh di atas dapatlah kita ketahui bahwa ada hubungan yang sangat erat antara ibadah dengan pembentukan perilaku shaleh manusia. Ini berarti bahwa kualitas ibadah yang dilakukan oleh manusia akan menentukan perilaku-perilaku shalehnya.
Dosa : Pintu Gerbang Perilaku Negatif
Prbuatan dosa merupakan pintu penghalang terwujudnya perilaku-perilaku yang shaleh. Yang dimaksud dengan perbuatan dosa adalah pelanggaran terhadap batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Pelanggaran itu adakalanya berupa melakukan larangan-larangan Allah dan adakalanya berupa meninggalkan perintah-perintah Allah.
Perilaku manusia dalam melakukan dosa sudah terjadi sejak awal sejarah kehidupan manusia ketika Nabi Adam a.s. dan istrinya Hawa melanggar aturan Allah yang mengakibatkan keduanya harus keluar dari sorga. Kondisi seperti itu terus berlangsung dalam sejarah kehidupan manusia sampai saat ini.
Dalam kehidupan saat ini fenomena tentang perilaku-perilaku dosa semakin banyak terjadi, bahkan banyak sekali perbuatan dosa yang sudah dianggap sebagai "kewajaran" (atau tidak lagi dianggap sebagai dosa) karena sudah menjadi trend kehidupan, gaya hidup, atau budaya populer yang sering dimunculkan di media-media massa.
Di antara perbuatan-perbuatan dosa yang saat ini dianggap sebagai hal yang wajar oleh sebagian orang (khususnya remaja) adalah:
1. Bergandeng tangan antara remaja putra dan remaja putri yang bukan muhrimnya
2. Berpelukan antara remaja putra dan remaja putri yang bukan muhrimnya ketika naik sepeda motor atau lainnya
3. Berciuman antara remaja putra dan remaja putri yang bukan muhrimnya
4. Berkhalwat (berduaan) antara remaja putra dan remaja putri yang bukan muhrimnya
5. Memakai busana yang ketat yang menampakkan lekuk-lekuk tubuh di kalangan remaja putri
6. Memakai busana minim yang menampakkan aurat (seperti paha, punggung, pusar, dan anggota tubuh lainnya) di kalangan remaja putri
7. Minum-minuman keras dengan berbagai jenis dan namanya
8. Melakukan hubungan sex pra nikah
9. Membuat tato di tubuh
10. Laki-laki berpenampilan atau berperilaku seperti wanita atau sebaliknya
11. Meninggalkan shalat
12. Membentak atau berani melawan orang tua
13. Dll.
Karena seringnya perbuatan-perbuatan dosa itu ditampilkan di media-media massa dan dicontohkan oleh para artis dan actor di senetron banyak yang mengira bahwa perbuatan itu merupakan gaya hidup orang modern yang harus selalu ditiru dan diikuti agar tidak dianggap "kuno", "ketinggalan zaman, atau kuper (kurang pergaulan) di tengah-tengah komunitasnya.
Islam sebagai agama yang membawa rahmat untuk alam semesta telah melarang setiap orang muslim untuk melakukan dosa dan bahkan mewajibkan padanya untuk terus berusaha menjauhi perbuatan dosa. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya:"Apa saja yang telah aku larang maka jauhilah, dan apa saja yang telah aku perintahkan maka lakukanlah semampu yang dapat kamu lakukan" (H.R. Muslim).
Untuk itu Allah Swt. mengancam kepada siapa saja yang melakukan dosa dengan firman Nya yang artinya:"Barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul Nya dan melanggar batas-batas (aturan-aturan) Nya maka Dia akan memasukkan orang itu ke neraka yang kekal di dalamnya dan ia akan mendapatkan siksa yang pedih (Q.S. al-Nisa'14)
Perbuatan dosa apapun bentuknya sekecil apapun kadarnya akan berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Perbuatan dosa menjadi salah satu pintu lahirnya perilakuperilaku yang negative dan menyimpang pada diri manusia.
Ibnu al-Qayyim al-Jauziah menyebutkan beberapa akibat negatif dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia, di antaranya:
1. Menghambat perolehan ilmu yang bermanfaat
2. Menghambat perolehan rizki yang baik
3. Menjauhkan hubungan dengan Allah dan dengan manusia
4. Menghilangkan cahaya hati sehingga hati menjadi gelap (tidak bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk)
5. Merendahkan derajat di hadapan Allah dan manusia
6. Memandang remeh kebaikan sehingga enggan melakukan
7. Melemahkan ketaatan kepada Allah sehingga malas beribadah
8. Membuka pintu-pintu dosa yang lain
9. Menjadikan hati selalu gelisah (tidak memiliki ketenangan batin)
10. Dan secara komunal, dosa akan mendatangkan siksa dari Allah.
Meskipun Islam telah memberikan petunjuk yang sangat jelas untuk mengantarkan manusia menuju kebahagiaan di dunia dan akherat dengan cara mengikuti aturan-aturan Allah dan meninggalkan dosa-dosa, akan tetapi kenyataannya masih banyak sekali orang yang melanggar aturan Allah dan terus melakukan dosa.
Semoga Allah membuka hati kita menemukan kebenaran yang hakiki dan menghiasai diri kita dengan perilaku-perilaku yang shaleh agar kita memeprleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akherat. Amin
0 komentar:
Posting Komentar